Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI)

14 06 2008

SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA (SIBI)

 

A.    Latar Belakang

Seperti juga di dalam pendidikan pada umumnya, pendidikan kaum tunarungu sangat memerlukan sarana pendidikan. Pada umumnya berkomunikasi dengan berbicara dianggap sebagai ciri khas manusia sebagai makhluk sosial. Komunitas kaum tunarungu, karena tidak dapat menggunakan indera pendengarannya secara penuh, mereka sulit mengembangkan kemampuan berbicara sehingga hal itu akan menghambat perkembangan kepribadian, kecerdasan, dan penampilan sebagai makhluk sosial. Tidak mengherankan apabila di dalam dunia pendidikan anak tunarungu, pendekatan diprioritaskan kepada pengembangan kemampuan berbicaranya karena mereka merupakan anggota masyarakat yang pada akhirnya nanti mereka berkarya dan berbaur hidup dengan masyarakat sekitar. Sehingga penguasaan bahasa lisan dan kemampuan berbicara lebih diutamakan. Pendekatan  ini dikenal dengan metode oral.

Tidak dapat dipungkiri penggunaan metode oral ini masih jauh dari yang diharapkan, karena kurang tepenuhi persyaratan, baik dari segi guru maupun sarana penunjang. Namun, sekitar tahun 60-an muncul pandangan baru di dalam dunia pendidikan anak tunarungu. Pandangan ini menampilkan pendekatan, yaitu memanfaatkan segala media komunikasi di dalam pengajaran anak tunarungu. Selain menggunakan media yang sudah lazim, yaitu berbicara, membaca ujaran, menulis, membaca dan mendengar (dengan memanfaatkan sisa pendengaran), pendekatan ini menggunakan pula isyarat alamiah, abjad jari, dan isyarat yang dibakukan. Pendekatan ini dikenal dengan Komunikasi Total (Komtal).

Komtal merupakan konsep yang bertujuan mencapai komunikasi yang efektif antara sesama tunarungu ataupun kaum tunarungu dengan masyarakat luas dengan menggunakan media berbicara, membaca bibir, mendengar, dan berisyarat secara terpadu.

 

B.  Komunikasi Total dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia

Perintisan komunikasi total dimulai pada tahun 1978 oleh SLB-B Zinnia di Jakarta dan SLB-B Karya Mulya di Surabaya pada tahun 1981. Pada waktu itu baik SLB-B Zinnia maupun SLB-B Karya Mulya, masih menggunakan isyarat spontan dan isyarat mengikuti American Sign Language (ASL) yang diperkenalkan oleh Ibu Baron  Sutadisastra.

Melihat dinamika dan perkembangan pendidikan anak tunarungu ini, Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Depdikbud memandang perlu untuk meneliti serta mengembangkan suatu perangkat isyarat yang baku dan dapat digunakan secara nasional.

Pada tahun 1993, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, mengambil kebijakan untuk dibakukan Kamus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia sebagai isyarat nasional. Kamus SIBI ini disusun berdasarkan kosa kata yang paling dasar.

 

C.  Pengertian

Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang dibakukan itu merupakan salah satu media yang membantu komunikasi kaum tunarungu di dalam masyarakat yang lebih luas. Wujudnya adalah tataan yang sistematis tentang seperangkat isyarat jari, tangan dan berbagai gerak yang melambangkan kosa kata bahasa Indonesia. Di dalam pembakuan tersebut, dipertimbangkan beberapa tolok ukur yang mencakup segi kemudahan, keindahan, dan ketepatan pengungkapan makna atau struktur kata. Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam penggunaan SIBI, adalah sebagai berikut:

  1. Sistem isyarat harus secara akurat dan konsisten mewakili Sintaksis bahasa Indonesia yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
  2. Sistem isyarat yang disusun harus mewakili satu kata dasar atau imbuhan, tanpa menutup kemungkinan ada beberapa pengecualian bagi dikembangkannya isyarat yang mewakili satu makna.

a.       Isyarat awalan

Isyarat ini dibentuk dengan tangan kanan sebagai penampil utama dan tangan kiri sebagai penampil pendamping. Isyarat awalan dibentuk sebelum isyarat pokok. Isyarat awalan meliputi: me-, ber-, di-, ke-, pe-, ter-, dan se-.

Contoh:

 

                              me-                                               lempar

b.   Isyarat akhiran dan partikel

Isyarat ini dibentuk sesudah isyarat pokok dengan tangan kanan sebagai penampil, bertempat di depan dada dan digerakkan mendatar ke kanan. Isyarat ini terdiri atas isyarat akhiran –i, -kan, -an, -man, -wan, dan  partikel –lah, -kah, dan –pun.

  1. Isyarat bentukan

Isyarat bentukan adalah isyarat yang dibentuk dengan menggabungkan isyarat pokok dengan isyarat imbuhan dan dengan menggabungkan dua isyarat pokok atau lebih.

a.   Isyarat yang mendapat awalan dan/atau akhiran/partikel.

Contoh:

 

 

 

 

             ber-                                         lompat                                      -an

b.      Isyarat kata ulang

Kata ulang diisyaratkan dengan mengulang isyarat pokok.

Contoh:

 

 

 

 

      anak                         anak                                      bolak                   balik

c.       Isyarat kata gabung

Kata gabung diisyaratkan dengan menggabungkan dua isyarat pokok atau lebih sesuai dengan urutan pembentukannya.

Contoh:

 

 

 

 

 

         pasar                                malam                                                matahari

  1. Abjad jari

Abjad jari adalah isyarat yang dibentuk dengan jari-jari tangan (tangan kanan atau tangan kiri) untuk mengeja huruf atau angka. Bentuk isyarat bagi huruf dan angka di dalam SIBI serupa dengan International Manual Alphabet. Abjad jari digunakan untuk:

a.       Mengisyaratkan nama diri

b.      Mengisyaratkan singkatan atau akronim; dan

c.       Mengisyaratkan kata yang belum ada isyaratnya.

 

D.  Petunjuk Penggunaan SIBI

Untuk menyatakan gerak penampil pada gambar diberikan tanda panah dan garis yang berbeda-beda

About these ads

Aksi

Information

17 responses

9 08 2008
eka

mau dunk bisa bahasa isyarat !!!!!

9 08 2008
eka

ada ga kamus bahasa isyarat ?????

9 12 2009
jj680

TO EKA: ada, saya punya loh, coba cari di toko-toko buku yang lengkap (tapi tebel lho!!) heeee

4 11 2008
Jayeng

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Bahasa Isyarat ada kata awalan dan kata akhiran bukan buat dari orang yang tuna rungu.
Bahasa Isyarat Alami buat dari para tuna rungu bukan orang yang normal.
Terima kasih.

Walaikum salam wr.wb.

6 11 2008
ahmedtaopik

Terima kasih atas masukannya pak.

13 11 2008
San

Assalamu’alaikum wr.wb,

Apa kabar? Artikelnya cukup menarik. Dan bisa jadi tambahan ilmu buat saya.
Salam silaturahmi buat teman2 di bjlp,chayoo…kembangkan potensi kalian!!!

Wassalamu’alaikum wr.wb,
Kawan lama

17 12 2008
diyan

artikel yag sangat menarik. saya sedang mengajukan judul skripsi tentang pembelajaran bahasa jawa untuk anak tuna rungu. kalo temen2 ada yang ingin memberi masukan mengenai metode ataupun media yang tepat terkait dengan tema yang saya ambil, silakan kirim ke email saya yach. pelangi_cinta88@yahoo.com
terimakasih

5 01 2009
tarmi

Trus gmn pak dengan SLB B yang tetep ngotot pakai metode oral aja?… dan sistem pendidikanya seperti memaksa anak pokoknya harus bisa ngomong.

5 01 2009
tarmi

Menurut bapak,gimana dengan sekolah yang tetep ngotot pake metode oral saja?

*metode oral memang lazim digunakan untuk melayani ABK tunarungu. Dan ini tetap dibutuhkan oleh ABK untuk berkomunikasi. Hemat saya, Bapak dapat bekerjasama, saling membantu dengan para pengajar di sekolah tersebut, untuk menggunakan metode komtal. Karena kami yakin, mereka (para pengajar) sangat menantikan kerjasama dari para orangtua.
Salam

14 01 2009
arian

duh..duh..serius aja!
sayangnya gambar di contoh g kluar..
ada gambarnya gak sih?

jadi tanggung gini.

19 03 2009
Desy Trianawati

Ass.Wr.Wb.
Saya membeli nyari buku kamus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) darimana? Jangan lupa saya belajar lagi lagu SIBI, minta cari beliin buku kamus di SIBI…tolong menghubungi untuk perpustakaan departemen pendidikan dan kebudayaan…Terima Kasih….
Wass.Wr.Wb

18 05 2009
Vanya

hmmm, saya sedang mengikuti kelas bahasa isyarat nih, mau cari kamus sibi, dapetnya dimana yah? yang elektronik yg bisa di download dari internet ada gak? thanks :D

9 12 2009
jj680

kayaknya gak ada kalo yang di download, tapi di toko buku gtu kyknya ada deh…

31 07 2009
Alfi

Mbak, saya lagi nnyari kamus sibi, dmana ya saya bisa mendapatkannya? mohon bantuannya ya………..

31 05 2010
de

bagi yang sudah punya kamus SIBI….itu kamus banyak versina ato tidak…?
kalo iya yang bagus dan lengkap judul bukunya apa?

2 08 2010
Nicole Laplaca

1.Sorry, Shan kemarin gak bisa dateng. Pokoke, selamat ya … semoga bahagia dan jangan ngikutin “kawin-cerai” selebritis kita.

2.dUUUU…..h asic NIKAH yah……SLmt dech !

3.Equador yach,wah jauh sekalee

7 05 2011
fani

cuma pengen nanya, pada tau GESTUNO , ASL sama SIBI banyak persamaan apa jauh banget perbedaannya. kebetulan sy lagi bikin panduan isyarat sederhana sehari-hari untuk anak, makasih

Kami tunggu komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: