Siswa dengan Gaya Belajar Auditorial (bagaimana menghadapinya..???)

3 09 2008

Hmm… setiap guru, ketika mengajar di dalam kelas, pasti dihadapkan pada puluhan siswa dengan karakter yang kompleks, tidak hanya itu, cara belajar mereka pun bermacam-macam. Sebut saja, ada yang banyak berbicara, ada pula yang suka menonton saja atau ada pula yang lebih suka berjalan-jalan dalam kelas daripada duduk dan memperhatikan.

 

Mungkin perilaku tersebut dikarenakan cara belajar mereka. Tiap guru mestinya memperhatikan bagaimana cara belajar siswanya. Berikut salah satu cara atau gaya belajar siswa yaitu Belajar Auditorial, Wilujeng Nyakseni… J

 

Belajar Auditorial adalah sebuah gaya belajar seseorang yang lebih efektif dengan cara mendengarkan informasi yang didengar yang disampaikan secara lisan. Seperti dalam pidato, ceramah maupun pembicaraan lain. Pelajar Auditorial sering menggunakan kata-kata atau ujaran seperti “Kedengarannya bagus” atau “ding dong” ketika menemukan sebuah penyelesaian. Mereka (pelajar Auditorial) akan lebih fokus pada apa yang ia dengar atau apa yang orang bicarakan.

 

Ketika seorang pelajar Auditorial sedang membaca, sangat sulit baginya untuk fokus atau berkonsentrasi pada sebuah bacaan tanpa sesuatu suara mengiringinya. Dalam situasi ini, pelajar Auditorial, sangat nyaman baginya bekerja sambil mendengarkan musik atau mendengarkan suara di belakangnya (suara TV, orang mengobrol, dll) Gaya belajar Auditorial merupakan salah satu cara belajar sebagian siswa, sebagian lagi adalah pelajar visual, dan sebagian lagi pelajar.

 

Sehingga dapat dijelaskan bahwa belajar auditorial adalah gaya belajar seseorang yang mengandalkan pendengaran dan pembicaraan sebagai cara utama belajarnya. Pelajar auditorial harus mendengar jelas untuk dapat memahami informasi, dan sebaliknya akan sangat sulit baginya untuk memahami instruksi tertulis. Mereka kerap kali menggunakan kemampuan hearing skills (mendengar) dan repeating skills (pengulangan) untuk memilah-pilah informasi yang diberikan.

 

Karakteristik Pelajar Auditorial:

  1. Baik dalam bercerita
  2. Biasanya bawel
  3. Menyelesaikan masalah dengan argumentasi
  4. Memiliki banyak perbendaharaan celotehan, seperti “dengerin dong”, “iya, aku dengar
  5. Menggerakkan bibir atau berbicara dengan dirinya sendiri ketika fokus menyelesaikan tugas.

 

Bagaimana mengajar para Auditorial..???

Hmm… di dalam kelas memang dihadapkan pada karakteristik siswa yang kompleks. Tetapi untuk mengajar siswa auditorial adalah mendengarkan kuliah, contoh dan cerita serta mengulang informasi adalah cara yang mereka sukai. Para auditorial mungkin lebih memilih merekam suara mereka daripada mencatat. Itu karena mereka suka mendengarkan informasi berulang-ulang.

Mereka mungkin meminta guru untuk mengulang materi yang diberikan, mereka tentu saja menyimak, tetapi mereka suka mendengarkannya lagi. Jika anda (guru atau orang tua) melihat mereka mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas, bantulah mereka berbicara pada diri sendiri untuk memahaminya (konyol memang, tapi anda dapat mencobanya).

 

Pelajar auditorial lebih suka menyelesaikan tugas atau  pe er sambil mendengarkan musik, sementara siswa lainnya akan merasa terganggu dengan hal itu. Di luar negeri bahkan menyediakan sound system di ruang kelasnya sebagai pembantu konsentrasi pembelajaran. (Di Indonesia ada gak yah..?)

 

Para guru dapat membuat materi dan hapalan menjadi sebuah lagu dengan melodi yang sudah dikenal baik. Misal ubahlah lirik lagu “balonku” menjadi nama-nama Propinsi atau yang lainnya.

Masih terdapat dua jenis cara belajar siswa, yaitu Pelajar Visual dan Pelajar Kinestetik. Mudah-mudahan dibahas pada posting  selanjutnya. Semoga bermanfaat.


Aksi

Information

6 responses

5 09 2008
Alifia Alisarbi

Sangat membantu..

5 09 2008
ahmedtaopik

Terima kasih telah berkunjung

6 09 2008
judi2010

sejak SMP sudah berhenti mencatat …sampai kuliah dan wisuda tidak ada satupun buku catatan yg saya punya…kendalanya memang tidak semua guru bisa mengenali karakteristik belajar dari setiap murid..kalaupun bisa dikenali tentunya sulit dilakukan,karena tidak semua murid dalam satu kelas bisa mengikuti gaya belajar salah satu murid yg cukup nyentrik ini…

6 09 2008
ahmedtaopik

Yupz… itu salah satu kasus yang banyak ditemui. Sulit bagi guru mengenalinya, kecuali ia memang menonjol dari yang lain (mis: pintar, bawel, hyperaktif, nakal, lambat belajar).
Tapi ada cara koq, menggunakan angket atau isian.
Selamat berpuasa

6 09 2008
judi2010

mungkin juga…tapi sepanjang pengamatan saya mereka-meraka yang memiliki kemampuan belajar dengan gaya audiotorial..ketika di lakukan pada Tes intelegensi serta Tes Bakat manusia-manusia jenis ini lebih banyak “hadir” pada kelompok manusia dengan corak berpikir “abstrak” (lebih cenderung lebih mudah menguasai ilmu-ilmu sosial). memang tidak tertutup terdapat pula pada kelompok manusia yg corak berpikir “kongkrit” contohnya manusia hebat satu ini “Thomas Alva Edison” tapi ini hanya pengamatan pribadi saya saja..
Dan ini link yang anda pinta ttg kualitas dosen indonesia
http://www.bnsp.go.id/default.asp?go=news&id=467

3 06 2010
titi

saya sudah paham kalau anak saya yang pertama – laki-laki, auditorial. selama ini prestasinya lumayan bagus karena kami orang tuanya membantu dengan membacakan bahan pelajaran sekolah, dia menyimak & menghapal. tapi…. akankan begitu terus? kan susah kalau dia harus kuliah terpisah dengan kami, sekarang saja kami kewalahan karena dia sudah kelas 1 SMP! tips di atas sudah dicoba, tapi yang ada anak kami asyik dengan lagunya dari pada belajarnya! ada tips lain? oya, anak kedua kami yang perempuan ternyata belajarnya kinestetik. yang ada, kalau belajar tdk bisa diam & klo menghapal lirik lagu diganti dengan pelajarannya. sejauh ini kelas 3, masih aman…tapi kami masih belum menemukan formula yang pas… tipsnya dibagi ya pak!

Kami tunggu komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: