Lapan akan meluncurkan Satelit Pendidikan

16 12 2009

Logo Lapan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan membantu program peluncuran satelit komunikasi untuk mendukung pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan Depdiknas. Satelit yang dinamai tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara itu terhubung ke 5.000 sekolah.
ki hajar dewantara
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun, Jumat (11/12), menjelaskan, satelit teleedukasi ini akan mengacu pada konsep yang telah diaplikasikan banyak negara, seperti India, China, dan Nigeria. Program Satelit Ki Hajar Dewantara itu akan dilaksanakan dalam waktu tiga tahun, yang dimulai dari tahap perancangan sistem, penyiapan infrastruktur teleedukasi, hingga peluncuran dan pengoperasian satelit. Saat ini program Satelit Ki Hajar Dewantara masih dalam tahap studi kelayakan, yang diperkirakan butuh waktu setengah tahun. Pengoperasian satelit ini, lanjut Adi, diharapkan dapat membantu memecahkan masalah kurangnya pengajar terlatih dan ahli di daerah terpencil.

Dengan sarana ini, juga dapat terjadi diseminasi pengetahuan ke pedesaan soal kesehatan, kebersihan, dan pengembangan kepribadian serta membantu para profesional meningkatkan pengetahuannya. Rencana tersebut juga dilontarkan Adi pada acara pengukuhan profesor riset Prof Dr Chunaeni Latief, Msc (61) di bidang optoelektronika dan aplikasi laser serta Prof Dr Thomas Djamaluddin, MSc (47) di bidang astronomi dan astrofisik. Lebih lanjut dikemukakan Adi, satelit teleedukasi Depdiknas-Lapan yang diberi nama Ki Hajar Net itu akan terhubung ke 50.000 titik atau sekolah di seluruh Indonesia.

Dana yang dialokasikan Depdiknas sampai peluncuran satelit tersebut sekitar 200 juta dollar AS atau hampir Rp 2 triliun. Satelit teleedukasi yang berbobot 820 kilogram itu akan diluncurkan pada orbit geostasioner atau di ketinggian 36.000 kilometer. Di dalamnya dimuati transponder berjumlah 12 buah, yang terdiri dari transponder pendidikan, telemedicine, pertahanan, dan transponder cadangan.

Transponder pendidikan sebanyak 8 buah akan melayani kelas interaktif di 200 titik dan kelas noninteraktif di 40.000 titik atau sekolah. Selain untuk pembuatan dan peluncuran satelit, anggaran lain diperlukan untuk pembangunan stasiun penerima di tiap sekolah. Misalnya, dana untuk pemasangan antena penerima sebesar Rp 3 juta-Rp 4 juta. Profesor riset Dalam sidang pengukuhan profesor riset di Kantor Pusat Lapan, Jakarta, Rabu (9/12), Ketua Dewan Majelis Pengukuhan Profesor Riset Prof Umar A Djenie, yang juga Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengatakan, Chunaeni dikukuhkan sebagai profesor riset ke-10, sedangkan Thomas yang ke-11 di lingkungan Lapan. Dengan demikian, saat ini jumlah profesor riset di Indonesia telah mencapai 287 orang. Chunaeni dan Thomas menjadi peneliti di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, Bandung. Thomas menyelesaikan program master dan doktor di Fakultas Astronomi Universitas Kyoto, Jepang. Sejak bergabung di Lapan tahun 1987, Thomas telah mengaplikasikan pengetahuan astronomi untuk berbagai kemanfaatan bagi masyarakat luas, antara lain kajian benda jatuh antariksa di wilayah Indonesia dan penetapan jatuhnya hari raya umat Islam. Berdasarkan kajian data rukyat di Indonesia dan analisis astronomis, ia mengusulkan penyempurnaan penentuan tanggal tersebut dengan kriteria baru, yang disebut kriteria Lapan.

Dengan mengacu pada kriteria tersebut, perbedaan penentuan hari raya Islam di Indonesia, antara lain Idul Fitri, dapat dikurangi. Ia juga telah menerapkan ilmu astronomi untuk penentuan waktu dan arah kiblat bagi umat Islam di Indonesia. (ats)


Aksi

Information

Kami tunggu komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: