Sang Penemu Teknologi 4G Itu Anak Kediri

13 12 2013

penemu teknologi 4g

Prof. Dr. Khoirul Anwar merupakan seorang ilmuwan top di Jepang yang berasal dari Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dimana telah memegang dua hak paten penting di bidang telekomunikasi.  Baca entri selengkapnya »

Iklan




Jenis Alat Pengumpul Data (PTK)

8 05 2009

Jenis data yang akan dikumpulkan dan akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau ketidakberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan, dapat bersifat kualitatif, kuantitatif atau kombinasi keduanya.
penelitian tindakan kelas
Jenis alat pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) harus diuraikan dengan jelas, seperti melalui pengarnatan partisipatif, pembuatan jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik), pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur assesmen, dan sebagainya.
Contoh cara pengumpulan data:
• Data hasil belajar, diambil dengan memberikan tes kepada siswa
• Data tentang situasi pembelajaran pada saat dilaksanakannya tindakan, diambil dengan menggunakan lembar observasi.
• Data tentang repleksi diri serta perubahan – perubahan yang terjadi di kelas, diambil dari jurnal yang dibuat guru.
• Data tentang keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan pembelajaran, didapatkan dari rencana pembelajaran dan lembar observasi.

Adapun beberapa alat yang dapat dipakai untuk membantu indra manusia dalam penelitian, yaitu:
1. Observasi
2. Interview
3. Quasioner
4. Tes
5. Journal Siswa
6. Asesment
7. Pekerjaan Siswa
8. Audio taping or video taping
9. Catatan tingkah laku siswa (Anecdotal records)
10. Attitude Scales (Likert Scales or Semantic Differential)
11. Dokumentasi

Dalam kesempatan ini yang dibahas hanya beberapa alat pengumpul data yang sering digunakan dalam PTK. Adapun alat pengumpul data tersebut, pada posting selanjutnya.
Atau anda dapat meng-klik poin-poin di atas. (kalau sudah di posting)
Semoga bermanfaat





LOWONGAN CPNS KOTA SUKABUMI Guru, Tenaga Kesehatan, Tenaga Teknis (17 s.d. 24 Nopember 2008)

14 11 2008

Syukur Alhamdulillah, bulan-bulan ini Pemerintah Daerah secara (hampir) serentak melakukan penerimaan CPNS. Mudah-mudahan diberi keberhasilan bagi kita yang berusaha. Satu lagi lowongan CPNS untuk guru, Tenaga kesehatan, dan tenaga teknis di wilayah Kota (bukan Kabupaten)Sukabumi.

 

WALIKOTA SUKABUMI

 

PENGUMUMAN

Nomor: 810.1/ 73/ BKD/ 2008

 

TENTANG

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD)

DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SUKABUMI

 

Pemerintah Kota Sukabumi akan mengangkat calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) dari pelamar umum dengan jumlah lowongan formasi sebanyak 241 orang dengan rincian kebutuhan sebagai berikut:

 

I. Tenaga Guru

NO

JABATAN

KUALIFIKASI PENDIDIKAN

FORMASI

1

Guru SD

 

 

 

1. Guru Kelas

S.1/ A. IV PGSD/ D.2 A. II PGSD

22

 

2. Guru Kesenian

S.1/ A. IV Seni Karawitan

7

 

3. Guru Penjaskes

S.1/ A. IV Penjaskes/ D.2 Penjaskes

17

2

Guru SMP

 

 

 

1. Guru Fisika

S.1/ A. IV Fisika

3

 

1. Guru B. Inggris

S.1/ A. IV B. Inggris

3

 

2. Guru B. Sunda

S.1/ A. IV B. Sunda

2

 

3. Guru BP/ BK

S.1/ A. IV BP/ BK

12

 

4. Guru Sejarah

S.1/ A. IV Sejarah

1

 

5. Guru Seni Musik

S.1/ A. IV Seni Musik

1

 

6. Guru Seni Tari

S.1/ A. IV Seni Tari

1

3

Guru SMA

 

24

 

1. Guru Matematika

S.1/ A. IV Matematika

1

 

2. Guru Fisika

S.1/ A. IV Fisika

1

 

3. Guru Biologi

S.1/ A. IV Biologi

1

 

4. Guru Kimia

S.1/ A. IV Kimia

1

 

5. Guru PPKn

S.1/ A. IV PPKn

1

 

6. Guru BP/ BK

S.1/ A. IV BP/ BK

8

 

7. Guru Sosiologi

S.1/ A. IV Sosiologi

1

 

8. Guru Akuntansi

S.1/ A. IV Akuntansi

1

 

9. Guru Seni Tari

S.1/ A. IV Seni Tari

1

 

10. Guru Seni Musik

S.1/ A. IV Seni Musik

3

 

11. Guru Seni Rupa

S.1/ A. IV Seni Rupa

1

 

12. Guru Bahasa Inggris

S.1/ A. IV Bahasa Inggris

2

 

13. Guru Bahasa Sunda

S.1/ A. IV Bahasa Sunda

2

4

Guru SMK

 

21

 

1. Guru Matematika

S.1/ A. IV Matematika

2

 

2. Guru Fisika

S.1/ A. IV Fisika

1

 

3. Guru Kimia

S.1/ A. IV Kimia

1

 

4. Guru BP/ BK

S.1/ A. IV BP/ BK

4

 

5. Guru Akuntansi

S.1/ A. IV Akuntansi

1

 

6. Guru Seni Tari/ Teater

S.1/ A. IV Seni Tari/ Teater

1

 

7. Guru Bahasa Inggris

S.1/ A. IV Bahasa Inggris

1

 

8. Guru Bahasa Sunda

S.1/ A. IV Bahasa Sunda

1

 

9. Guru Tata Niaga

S.1/ A. IV Tata Niaga

1

 

10. Guru Teknik Otomotif

S.1/ A. IV Teknik Otomotif

1

 

11. Guru Teknik Mesin

S.1/ A. IV Teknik Mesin/ mesin produksi

1

 

12. Guru Teknik Mesin

S.1/ A. IV Pabrik Las

1

 

13. Guru Elektro

S.1/ A. IV Elektro (arus lemah)

1

 

14. Guru Seni Karawitan

S.1/ A. IV Karawitan

2

 

15. Guru Animasi Grafis

S.1/ A. IV Animasi/ Grafis

1

 

16. Guru Audio Visual

S.1/ A. IV Televisi dan Film

1

 

II. Tenaga Kesehatan

NO

JABATAN

KUALIFIKASI PENDIDIKAN

FORMASI

1

Apoteker

S.1 Apoteker

1

2

Asisten Apoteker

SMF

9

3

Bidan

D.3 Kebidanan

9

4

Dokter Umum

S.1 Dokter Umum

12

5

Dokter Gigi

S.1 Dokter Gigi

4

6

Dokter Spesialis THT

S.2 Spesialis THT

1

7

Dokter Spesialis Mata

S.2 Spesialis Mata

1

8

Dokter Spesialis Anak

S.2 Spesialis Anak

1

9

Dokter Spesialis Anastesi

S.2 Spesialis Anastesi

1

10

Dokter Spesialis Peny. Dalam

S.2 Spesialis Peny. Dalam

2

11

Dokter Spesialis Fatalogi Klinik

S.2 Spesialis Fatalogi Klinik

1

12

Perawat Gigi

D.3 Keperawatan Gigi

3

13

Perawat

D.3 Keperawatan

26

14

Perekam Medik

D.3 Perekam Medik

2

15

Pengelola Labkesda

D.3 Kimia Analis

1

16

Penata Rongent

D.3 Radiografer/ AKPRO

2

17

Sanitarian

D.3 Kesling

1

18

Analis Kesehatan

D.3 Analis Kesehatan

2

 

III. Tenaga Teknis

NO

JABATAN

KUALIFIKASI PENDIDIKAN

FORMASI

1

Pengawas Transportasi Darat

 

1

2

Verifikator Keuangan

D.3 Akuntansi

5

3

Verifikator Keuangan

D.3 Ekonomi Manajemen

1

4

Pranata Komputer

D.3 Komputer

5

5

Pranata Komputer

S.1 Komputer

3

6

Pranata Humas

D.3 Komunikasi

1

7

Pranata Humas

S.1 Komunikasi

1

8

Pemandu Pariwisata

D.3 Pariwisata

1

9

Penyusun Informasi Transportasi

S.1 LLAJ

1

10

Penata laporan Keuangan

S.1 Akuntansi

6

11

Pengawas Pengelolaan Aset Daerah

S.1 Ekonomi Manajemen

1

12

Analis Perekonomian Daerah

S.1 Ekonnomi Manajemen

1

13

Perencana

S.1 Ekonomi Studi Pembangunan

2

14

Analis Kepegawaian

S.1 Manajemen Sumber Daya Manusia

1

15

Analis Kepegawaian

S.1 Hukum

1

16

Penyusun Abstraksi Hukum

S.1 Hukum

1

17

Perencana hubungan industrial

S.1 Hukum

1

18

Pemberi konsultasi hukum

S.1 Hukum

2

19

Auditor

S.1 Teknik Sipil

1

20

Petugas tata bangunan

S.1 Teknik Sipil

1

21

Pengendali frekuensi Radio

S.1 Teknik Elektronika

1

22

Pengelola pemeliharaan bangunan

S.1 Teknik Sipil

1

23

Penata taman kota

S.1 Teknik Arsitektur Pertamanan/ LAnsekap

1

24

Pengawas pengoperasian alat berat

S.1 Teknik mesin Otomotif

1

25

Penyuluh perindag

S.1 Teknik Kimia

1

26

Analis dampak lingkungan

S.1 Teknik Lingkungan

2

27

Penyuluh lingkungan hidup

S.1 Kehutanan

1

28

Statistisi

S.1 Statistika

1

29

Pengawas mutu hasil pertanian

S.1 Teknologi pengolahan hasil pertanian/ Teknologi Industri Pertanian

1

30

Penyuluh pertanian

S.1 Pertanian/ Agribisnis

1

 

PERSYARATAN UMUM

  1. Warga negara indonesia
  2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Memiliki Integritas tinggi terhadap NKRI
  4. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan sesuatu tindak pidana/ perdata.
  5. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil/TNI/POLRI maupun pegawai swasta.
  6. Tidak berkedudukaN sebagai CPNS/PNS/calon anggota TNI/POLRI.
  7. Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik.
  8. Mempunyai pendidikan keahlian, kecakapan dan keterampilan yang dibutuhkan.
  9. erkelakuan baik, sehat jasmani dan rohani.
  10. Berbadan sehat; dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter pemerintah.
  11. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia atau negara lain yang ditentukan pemerintah.
  12. Melengkapi persyaratan lamaran berikut lampiran yang telah ditentukan.
  13. Syarat Lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan

 

PERSYARATAN KHUSUS

  1. Berusia serendah-rendahnya 18(delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun per 1 Februari 2009 dan atau 40 (empat puluh) tahun per 1 Februari 2009 bagi yang bekerja pada instansi pemerintah atau lembaga swasta yang berbadan hukum yang menunjang kepentingan nasional paling kurang 11(sebelas) tahun 10 (sepuluh) bulan s.d. 1 Februari 2009 secara terus menerus, yang dibuat oleh Kepala Sekolah dengan diketahui oleh Kepala dinas P dan K Kota Sukabumi atau yang dibuat Rumah sakit dan diketahui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi
  2. Persyaratan dan kelengkapan lamaran masing-masing sebanyak 1 rangkap terdiri dari:
    1. Lamaran ditulis dengan tinta hitam, ditandatangani pelamar dan dibubuhi materai RP. 6.000 ditujukan kepada Walikota Sukabumi dengan menyebutkan jabatan yang diminati dan diserahkan langsung kepada Panitia Penerimaan CPNSD Kota Sukabumi
    2. Surat lamaran dilampiri :

1)       Fotokopi STTB/ Ijazah yang sah yang dikeluarkan oleh sekolah/ perguruan tinggi yang terakreditasi atau yang telah mendapat ijin operasional/ penyelenggaraan dari DEPDIKNAS, serta telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

2)       Bagi Pelamar Tenaga Guru harus memiliki akta mengajar

3)       Surat Keterangan Sehat dari Dokter pemerintah

4)       Pas foto terbaru 3×4 hitam putih sebanyak 3 (tiga) lembar

5)       Surat Keterangan pencari Kerja dari Dinas Tenaga Kerja (kartu kuning)

  1.  
    1. Berkas lamaran dimasukan ke dalam map berwarna dengan diberi kode sebagai berikut :
  1.  
    • Tenaga Guru : map warna kuning
    • Tenaga Kesehatan : map warna merah
    • Tenaga Teknis : map warna biru

Kode map ditulis di sudut kanan atas sebagai berikut :

  1.  
    • S.1 kode : A
    • D.2/ D.3 kode : B
    • SMF kode : C
  1.  
    1. Foto 3×4 sebanyak 3 (tiga) lembar.
  2. Pendaftaran tanpa dipungut biaya apapun
  3. Materi ujian berupa TKD, TPU, TBS, TSK, TKB.

 

WAKTU PENDAFTARAN

  1. Penerimaan pendaftaran dan seleksi administrasi dimulai tanggal 17 s.d. 24 Nopember 2008 (hari kerja) mulai pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB
  2. Tempat pendaftaran GOR MERDEKA KOTA SUKABUMI. Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Sukabumi.

 

PELAKSANAAN SELEKSI

  1. Hari/ tanggal                 : Minggu/ 07 Desember 2008
  2. Waktu                          : Pkl. 06.30 s.d. selesai
  3. Tempat                        : ditentukan kemudian
  4. Perlengkapan               : Kartu tanda peserta, Pensil 2B, Penghapus, Alas tulis, Balpoin

 

KETENTUAN LAIN

  1. Pengambilan kartu tanda peserta tanggal 28 dan 29 November 2008 di GOR MERDEKA KOTA SUKABUMI.
  2. Tidak ada surat menyurat dan hubungan telepon berkaitan dengan kegiatan penerimaan CPNS
  3. Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk teknis akan diatur kemudian oleh panitia
  4. Berkas lamaran menjadi milik negara

 

 

Sukabumi    November 2008

WALIKOTA SUKABUMI

 

H. MOKH. MUSLIKH ABDUSSYUKUR, S.H, M.SI





LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

6 09 2008

Sedikitnya 342.000 dari 2,7 juta guru di Indonesia gagal menembus golongan kepangkatan IVB karena mengalami kesulitan dalam membuat karya tulis ilmiah.

Mengapa guru kesulitan membuat karya tulis ilmiah? Padahal dalam melaksanakan tugasnya, guru memiliki banyak peluang yang bisa diteliti berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Begitu banyak permasalahan yang dihadapi guru dalam proses KBM itu, sehingga, tanpa disadari, sudah sedemikian banyak masalah yang dapat diatasi. Materi pelajaran dapat disampaikan dengan baik, sesuai dengan tujuan, sementara siswa pun dapat menerima pelajaran dengan memuaskan.

Banyak pendekatan, teknik, metode, dan strategi pembelajaran inovatif yang bisa dilakukan guru, yang dapat dijadikan karya tulis. Salah satu bentuk karya tulis dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research.

Menurut Tatang Sunendar (widyaiswara LPMP), PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. PTK merupakan penelitian terapan, guru dapat melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tanpa perlu meninggalkan siswanya. PTK bisa mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi guru di lapangan.

Tahap PTK yang bisa dilakukan,

pertama, tahapan pra-PTK yang meliputi identifikasi masalah, analisis masalah, dan rumusan masalah, rumusan hipotesis tindakan. Tahapan pra-PTK ini sesugguhnya suatu refleksi guru terhadap permasalahan yang ada di kelasnya, yang merupakan masalah umum yang bersifat klasikal, misalnya kurangnya motivasi belajar di kelas, rendahnya kualitas daya serap klasikal, dan yang lainnya.

Kedua, perencanaan tindakan disusun untuk menguji secara empiris hipotesis tindakan yang ditentukan dengan mempersiapkan materi/bahan ajar, rencana pengajaran yang mencakup metode/teknik mengajar, serta teknik atau instrumen observasi dan evaluasi yang akan digunakan.

Ketiga, tahap pelaksanaan tindakan yang merupakan implementasi dari semua rencana yang dibuat. Tahap yang berlangsung di dalam kelas ini adalah realisasi dari segala teori pendidikan dan teknik mengajar yang telah disiapkan sebelumnya, dengan mengacu kepada kurikulum yang berlaku. Hasilnya diharapkan berupa peningkatan efektivitas keterlibatan kolaborator untuk membantu mempertajam refleksi dan evaluasi yang dilakukan melalui pengamatan, dan teori pembelajaran yang dikuasai dan relevan.

Keempat, tahap pengamatan tindakan dilakukan dengan observasi melalui alat bantu instrumen pengamatan yang dikembangkan peneliti. Hal itu untuk mengumpulkan data tentang pelaksanaan tindakan dan rencana yang sudah dibuat.

Kelima, tahap refleksi terhadap tindakan untuk memproses data yang didapat saat melakukan pengamatan. Data yang didapat kemudian ditafsirkan, dianalisis, dan disintesis.

Tahapan tersebut akan membentuk sebuah siklus dan siklus tersebut bisa diulang-ulang dengan perbaikan-perbaikan yang diperlukan sampai peneliti merasa puas terhadap hasil yang dicapai dalam suatu kegiatan PTK yang dilakukan.

Penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatkan mutu hasil instruksional, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru. Agar guru dapat memahami, menguasai, dan menerapkan KTSP dengan jelas, mereka dapat membaca buku-buku PTK dan buku-buku penelitian yang lainnya.





Siswa dengan Gaya Belajar Auditorial (bagaimana menghadapinya..???)

3 09 2008

Hmm… setiap guru, ketika mengajar di dalam kelas, pasti dihadapkan pada puluhan siswa dengan karakter yang kompleks, tidak hanya itu, cara belajar mereka pun bermacam-macam. Sebut saja, ada yang banyak berbicara, ada pula yang suka menonton saja atau ada pula yang lebih suka berjalan-jalan dalam kelas daripada duduk dan memperhatikan.

 

Mungkin perilaku tersebut dikarenakan cara belajar mereka. Tiap guru mestinya memperhatikan bagaimana cara belajar siswanya. Berikut salah satu cara atau gaya belajar siswa yaitu Belajar Auditorial, Wilujeng Nyakseni… J

 

Belajar Auditorial adalah sebuah gaya belajar seseorang yang lebih efektif dengan cara mendengarkan informasi yang didengar yang disampaikan secara lisan. Seperti dalam pidato, ceramah maupun pembicaraan lain. Pelajar Auditorial sering menggunakan kata-kata atau ujaran seperti “Kedengarannya bagus” atau “ding dong” ketika menemukan sebuah penyelesaian. Mereka (pelajar Auditorial) akan lebih fokus pada apa yang ia dengar atau apa yang orang bicarakan.

 

Ketika seorang pelajar Auditorial sedang membaca, sangat sulit baginya untuk fokus atau berkonsentrasi pada sebuah bacaan tanpa sesuatu suara mengiringinya. Dalam situasi ini, pelajar Auditorial, sangat nyaman baginya bekerja sambil mendengarkan musik atau mendengarkan suara di belakangnya (suara TV, orang mengobrol, dll) Gaya belajar Auditorial merupakan salah satu cara belajar sebagian siswa, sebagian lagi adalah pelajar visual, dan sebagian lagi pelajar.

 

Sehingga dapat dijelaskan bahwa belajar auditorial adalah gaya belajar seseorang yang mengandalkan pendengaran dan pembicaraan sebagai cara utama belajarnya. Pelajar auditorial harus mendengar jelas untuk dapat memahami informasi, dan sebaliknya akan sangat sulit baginya untuk memahami instruksi tertulis. Mereka kerap kali menggunakan kemampuan hearing skills (mendengar) dan repeating skills (pengulangan) untuk memilah-pilah informasi yang diberikan.

 

Karakteristik Pelajar Auditorial:

  1. Baik dalam bercerita
  2. Biasanya bawel
  3. Menyelesaikan masalah dengan argumentasi
  4. Memiliki banyak perbendaharaan celotehan, seperti “dengerin dong”, “iya, aku dengar
  5. Menggerakkan bibir atau berbicara dengan dirinya sendiri ketika fokus menyelesaikan tugas.

 

Bagaimana mengajar para Auditorial..???

Hmm… di dalam kelas memang dihadapkan pada karakteristik siswa yang kompleks. Tetapi untuk mengajar siswa auditorial adalah mendengarkan kuliah, contoh dan cerita serta mengulang informasi adalah cara yang mereka sukai. Para auditorial mungkin lebih memilih merekam suara mereka daripada mencatat. Itu karena mereka suka mendengarkan informasi berulang-ulang.

Mereka mungkin meminta guru untuk mengulang materi yang diberikan, mereka tentu saja menyimak, tetapi mereka suka mendengarkannya lagi. Jika anda (guru atau orang tua) melihat mereka mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas, bantulah mereka berbicara pada diri sendiri untuk memahaminya (konyol memang, tapi anda dapat mencobanya).

 

Pelajar auditorial lebih suka menyelesaikan tugas atau  pe er sambil mendengarkan musik, sementara siswa lainnya akan merasa terganggu dengan hal itu. Di luar negeri bahkan menyediakan sound system di ruang kelasnya sebagai pembantu konsentrasi pembelajaran. (Di Indonesia ada gak yah..?)

 

Para guru dapat membuat materi dan hapalan menjadi sebuah lagu dengan melodi yang sudah dikenal baik. Misal ubahlah lirik lagu “balonku” menjadi nama-nama Propinsi atau yang lainnya.

Masih terdapat dua jenis cara belajar siswa, yaitu Pelajar Visual dan Pelajar Kinestetik. Mudah-mudahan dibahas pada posting  selanjutnya. Semoga bermanfaat.





Ngadulag (nabuh bedug) = Puasa

3 09 2008

Pada awalnya, bedug merupakan alat bunyi tradisional sebagai tanda pemberitahuan yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa keagamaan, khususnya bagi masyarakat yang beragama islam. Seperti di banyak daerah di Jawa Barat, Bedug dibunyikan sebagai penanda waktu shalat, ditabuh dengan berirama menandakan dimulainya ibadah puasa Ramadhan, atau menjelang hari raya Idul Fitri atau memeriahkan suasana takbiran ketika lebaran.

Di Semua daerah di Jawa Barat, bedug memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagaimana disebutkan di atas. Namun yang sangat menarik adalah bahwa tabuhan bedug di tiap-tiap daerah memiliki perbedaan dengan daerah lainnya, sehingga menjadikannya khas. Sehingga lahirlah sebuah istilah “Ngadulag” yang menunjuk pada Baca entri selengkapnya »